Rabu, 25 Februari 2026

KHAYALAN PAK GURU RAHMAT TENTANG KEMAJUAN PENDIDIKAN

1. Target (cukup dengan satu kata target yang lebih simpel, tetapi mencakup KI, KD, Tujuan Pembelajaran, dan Kisi Kisi Pembelajaran).  Target juga langsung dikatikan dengan penerapan materi pelajaran dalam kehidupan sehari hari dan penerapannya setelah siswa lulus sebalai salah satu alternatif solusi untuk wirausaha atau mendapakan pekerjaan, serta yang sangat penginng adalah dikaitkan dengan peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh: pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Materi Sistem Pencernaan Makanan

TARGET MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

1. Pengetahuan (Kognitif)

Siswa mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sistem pencernaan makanan pada manusia.
  2. Mengidentifikasi organ-organ sistem pencernaan beserta fungsinya.
  3. Mendeskripsikan proses pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi.
  4. Menjelaskan peran enzim-enzim pencernaan dalam proses pencernaan.
  5. Menganalisis proses penyerapan zat makanan di usus halus.
  6. Menjelaskan hubungan sistem pencernaan dengan sistem organ lain.
  7. Mengidentifikasi gangguan/penyakit pada sistem pencernaan.
  8. Menjelaskan upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan.

2. Keterampilan (Psikomotorik)

Siswa mampu:

  1. Menggambar dan memberi label organ sistem pencernaan manusia dengan benar.
  2. Menyusun bagan alur proses pencernaan makanan.
  3. Melakukan praktikum sederhana (misalnya uji zat makanan).
  4. Menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk laporan/tabel/grafik.
  5. Mempresentasikan hasil diskusi tentang sistem pencernaan.
  6. Mendesain ide usaha makanan sehat (contoh: bekal sekolah sehat, minuman herbal, snack sehat)

7.     Membaca label kandungan gizi pada kemasan produk dan menentukan zat yang termasuk additif

8.     Menyusun kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah.

3. Sikap (Afektif)

Siswa mampu:

  1. Semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sempurna, khususnya sistem pencernaan yang bekerja tanpa kita sadari.
  2. Menyadari kebesaran Tuhan YME melalui keteraturan proses pencernaan (mulai dari mulut hingga anus) yang berlangsung sistematis dan terkoordinasi.
  3. Menumbuhkan kesadaran menjaga amanah tubuh, karena tubuh adalah titipan Tuhan, sehingga harus peduli terhadap kesehatan sistem pencernaan.
  4. Membiasakan adab makan yang baik, seperti:
    • Berdoa sebelum dan sesudah makan
    • Tidak berlebihan dalam makan
    • Mengonsumsi makanan halal dan baik (thayyib) dan membiasakan pola makanan yang sehat dan seimbang
  5. Menghindari perilaku merusak tubuh seperti konsumsi junk food berlebihan, minuman keras, atau zat adiktif.

Target: 

Targetlah  yang harus dikejar guru, di kejar siswa, dan jadi acuan guru dalam mengajar, membuat soal tes, dan jadi acuan siswa dalam belajar.

Sekolah pun harus mempersiapkan fasilitas dalam mengejar target, seperti menganggarkan dana untuk pengadaan zat kimia untuk uji makanan atau bahan praktik lainnya. 

Adanya target akan membuat guru lebih fokus mengajarnya, artinya dalam proses pembelajaran tidak membahas hal hal yang kurang penting, atau istilahnya bertele-tele, ngalor-ngidul dan tidak membahas yang tidak ada kaitannya dengan target pembelajaran

2. Guru sebaiknya dibebani mengejar target pembelajaran bukan diberi beban menyelesaikan administrasi yang semakin rumit dan tidak selesai selesai

3.  Yang diperiksa pengawas sebaiknya Target, fasilitas pembelajaran guru (buku, modul, LKPD, media dan bahan ajar, aksi (proses pembelajaran), dan hasil belajar (nilai siswa), bukan lagi hanya memeriksa rencana pembelajaran.

4. Aplikasi pendidikan sebaiknya seperti aplikasi perbankan, satu aplikasi untuk semua transaksi.  Cukup satu aplikasi tetapi bisa untuk semua administrasi (di buat link antar aplikasi) dalam satu mobile

5. Di tengah bergulirnya istilah merdeka mengajar, tetapi kenyataan guru masih Was-Was dalam mengajar, karena masalah administrasi untuk mendapat tunjangan sertifikasi yang membuat guru deg-degan.  terutama di sekolah kecil yang jumlah siswanya sedikit (ada guru yang terpaksa sertiikasinya di bagi dua) bahkan ada yang terkadang tidak cair dana sertifikasinya. 

6. Kelebihan dan kekurangan guru di suatu sekolah harus cepat di tanggapi dan selesaikan oleh pemerintah.  Jika sekolah kelebihan guru langsung di pindahkan ke sekolah lain yang masih kekurangan guru tanpa harus guru yang mengusulkan, dan jika sekolah mengalami kekurangan guru, juga harus cepat ditindaklanjuti dengan ditambahkannya guru baru agar sekolah tidak perlu lagi mencari guru pengganti honorer, atau di tugaskan guru lain yang bukan sesuai bidang keahliannya yang akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa. 

7. Perlunya memasukkan materi materi berikut pada mata pelajaran tertentu untuk menambah pengetahuan anak terutama untuk jenjang SMA:  

a. Pendidikah Hukum dan HAM (Agar anak mengerti hukum dan HAM, sehingga mencegah atau mengurangi terjadinya pelanggaran hukum termasuk didalamnya penyalahgunaan narkotika. 

b. Pendidikan lalu lintas, yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kecelakaan lalu lintas akibat ketidaktahuan siswa karena siswa SMA sebagian besar menggunakan kendaraan bermotor

c. Wajib Militer, pada anak usia tertentu yang bertujuan untuk membentuk karanter anak dan mental baja pada anak, menghilangkan mental yang cengeng sertai mempersiapkan anak anak jika suatu saat nanti negara dalam keadaan genting, serta untuk mengetahui bakat siswa di bidang kemiliteran, teruatma paskibraka di tingkat sekolah

8.  Perlu adanya kerjasama antara Pendidikan dengan Kepolisian dalam mendidik masyarakat, bukan hanya siswa yang dididik, tetapi juga masyarakat (orang tua siswa), tertama tentang pengaduan-pengaduan yang banyak membuat guru tersandung dalam kasus yang dianggap kriminal padahal itu proses pendidikan seharusnya wajar dilakukan guru untuk mendisiplinkan siswa.   Dalam hal ini masyarakat perlu dibantu diberikan pengertian, wawasan, tentang bagaimana proses mendidik, karena sekarang hal hal sepele, jadi kriminalisasi dan akhirnya bisa mengarah pada proses pemerasan terhadap guru.

9. Perlunya dibuat poster poster untuk membangun akhlak siswa,